Belum Pernah Baca Buku “Reset Indonesia”, Camat Madiun Meminta Maaf Telah Membubarkan Diskusi yang Dihadiri Tim Penulis

0
143

MADIUN, 25 Desember 2025 – Diskusi dan bedah buku yang dijadwalkan di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari , Kecamatan/Kabupaten Madiun batal digelar, Sabtu (20/12) malam.

Musababnya, acara yang siap dimulai mendadak dihentikan oleh sekelompok orang. Ternyata, mereka adalah aparat berpakaian preman bersama pejabat pemerintahan. Yang belakangan menjadi sorotan oleh khalayak adalah Muchsin Harjoko, Camat Madiun.

Sebuah video menunjukkan upaya Muchsin membubarkan acara. Beberapa peserta diskusi buku “Reset Indonesia” yang telah hadir diminta meninggalkan Pasar Pundensari. Panitia acara juga diminta memberesken beberapa eksemplar buku karya Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo, dan Benaya Ryamizard Harobu yang dipajang di sebuah meja penerima tamu.

Saat itu, peserta yang hendak masuk ke lokasi acara pun diminta putar balik oleh Muhsin. Alasannya, acara diskusi tersebut tidak mengantongi izin. Ketua Panitia Diskusi Buku Gizzatara menyampaikan keheranan dengan kejadian ini.

“Padahal, panitia sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun,” kata dia.

Pembubaran diskusi ini pun menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Salah satunya mahasiswa yang menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Madiun, Rabu (24/12). Mereka menyatakan protes menuntut permintaan maaf terbuka serta penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Madiun.

Dalam aksi itu, Mahasiswa juga mempertanyakan klaim pembubaran yang dinilai dilakukan secara sepihak.

“Kegiatan sudah diberitahukan kepada pihak Kepolisian. Kami menduga ada faktor lain yang perlu dijelaskan kepada publik,” kata Ismail Hamdan Hidayatun Al Fauzan, salah seorang perwakilan mahasiswa.

Usai aksi protes berakhir dengan tertib, Muchsin yang turut hadir menyampaikan pengakuannya kepada awak media.

Saat ditanyai mengenai alasannya membubarkan diskusi, Muhsin hanya menyampaikan permintaan maaf. “Mohon maaf, saya sampaikan hanya permintaan maaf sekali lagi,” ucap Muchsin.

Selain menyampaikan permohonan maaf di depan massa aksi protes mahassiwa, Muchsin juga mengakui sama sekali belum membaca buku yang diskusinya dibubarkannya. “Sejujurnya belum pernah,” ucap Muchsin. (Nofika)

Leave a reply