Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun Dibubarkan Aparat, Penulis: Wujud Matinya Demokrasi

Sejumlah buku "Reset Indonesia" tengah dirapihkan seusai acara diskusi dibubarkan oleh aparat di Pasar Pundensari, Madiun (20/12). Foto: Instagram @idbaruid
MADIUN, 22 Desember 2025 – Agenda diskusi buku “Reset Indonesia” di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten, Jawa Timur batal terselenggara, Sabtu (20/12) malam.
Saat hendak dibuka sekitar pukul 20.00 WIB, aparat dan petugas pemerintah datang ke lokasi diskusi. Mereka meminta panitia menghentikan acara. Para peserta yang telah berkumpul juga diminta membubarkan diri. Tidak hanya itu, peserta yang hendak masuk ke lokasi acara diminta putar balik.
Aparat dan petugas pemerintah berdalih acara tersebut tidak berizin. “Padahal, panitia sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun,” kata Ketua Panitia Diskusi Buku “Reset Indonesia” Gizzatara.
Saat pembubaran berlangsung, puluhan peserta dan tim penulis buku “Reset Indonesia”, yakni Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo, dan Benaya Ryamizard Harobu telah hadir di lokasi kegiatan.
Menyikapi pembubaran tersebut, Benaya sempat melakukan mediasi dengan aparat. Karena situasi tidak memungkinkan, para peserta, panitia, dan tim penulis buku akhirnya memilih meninggalkan Pasar Pundensari.
Meski demikian, diskusi tetap dilangsungkan di sebuah kedai kopi yang biasa dijadikan tempat berkumpul para pegiat literasi di Kota Madiun. Salah satu alasannya, karena peserta dari luar telah hadir.
“Bedah buku tetap kami langsungkan yakni MuCoffee yang berada di Kota Madiun dengan jumlah peserta sekitar 30 orang,” ujar Benaya.
Menyikapi pembubaran acara, penulis Gen Z buku “Reset Indonesia” ini menyatakan baru kali pertama terjadi di Madiun. Dalam rangkaian road show di beberapa daerah lain, sebelumnya, selalu berjalan lancar.
“Insiden ini menunjukkan matinya demokrasi. Dan kejadian ini baru pertama terjadi, meski kami sudah menggelar bedah buku di kota-kota lain,” ungkap Benaya.
Dandhy Laksono menambahkan, Madiun merupakan lokasi ke-47 diselenggarakannya bedah buku “Reset Indonesia” di Pulau Jawa sejak 24 Oktober 2025.
“Ini peristiwa pembubaran pertama. Bahkan, Minggu, 21 Desember 2025, acara serupa akan digelar di Trenggalek dan dihadiri bupati,” tulis Dandhy dalam akun X pribadinya.
Adapun tim penulis dari buku “Reset Indonesia” ini, sebelumnya telah menggelar agenda diskusi buku hingga di sekitar 45 titik di berbagai kota di Indonesia.
Setelah Madiun, tim penulis berencana memenuhi undangan resmi dari Bupati Trenggalek pada (22/12). Adapun pada (4/12) tim juga telah menyelenggarakan diskusi di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Jawa Tengah atas undangan Logawa, komunitas budaya setempat.
Tim menuturkan, sejak buku “Reset Indonesia” ini diluncurkan pada bulan Oktober, selama dua bulan terakhir telah didiskusikan di berbagai komunitas, kampus, sekolah, petani, dan nelayan.
Adapun cakupan wilayahnya juga meliputi sejumlah kota besar di Indonesia. Yakni, Jabodetabek, Serang, Sumedang, Bandung, Pangandaran, Purwokerto, Cirebon, Pekalongan, Brebes, Batang, Yogya, Solo, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, dan Madiun. (Nofika)















